Film Suicide Squad, Sekumpulan Penjahat dalam Misi Bunuh Diri

0
11
film Suicide Squad

BanjarbaruWeb.com – Film Suicide Squad merupakan film anti-hero yang berisi sekumpulan penjahat dari komik-komik DC Universe. Hampir sekonsep dengan film bikinan Marvel, Deadpool yang menampilkan tokoh superhero yang jauh dari kesan pahlawan dengan perilaku menabrak aturan yang sangat ditonjolkan. Namun, Suicide Squad lebih sopan dalam hal ini, sehingga masih tergolong layak dinikmati anak dan remaja sebagai tontonan yang menghibur.

Kisah berkumpulnya para penjahat kawakan ini dimulai dari inisiatif Departemen Pertahanan yang dipimpin oleh Amanda Waller (Viola Davis) untuk mengantisipasi perang antara orang-orang yang memiliki kekuatan super.

Secara selektif, dalam film Suicide Squad Waller mengumpulkan penjahat kelas kakap dengan kemampuan melebihi manusia normal untuk menjalankan misi pengamanan rahasia. Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Captain Boomerang (Jai Courney), El Diablo (Jay Hernandez), Katana (Karen Fukuhara) dan Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje) serta terpilih untuk mengemban tugas negara ini.

Dengan kemampuan super yang mereka punyai, pemerintah memberikan dukungan berupa persenjataan yang mutakhir untuk mendukung aksi mereka. Background story yang melatari mengapa mereka menjadi penjahat diolah cukup dramatis pada Deadshot dan Harley Quinn.

Adanya Harley Quinn dalam tim penjahat ini membuat suasana humor terus terjadi sepanjang film berdurasi 123 menit ini. Selain tampil seksi dengan gaya nyeleneh, banyak hal gila dilakukan karakter ini yang mampu mengundang tawa.

Sementara Joker yang identik dengan usil dengan kecerdikannya, tak kalah liar dan gila ketika beraksi. Jared Leto terlihat begitu piawai membawakan karakter sangar dan penuh intimidasi serta jago menghasut dalam diri Joker.

Plot cerita ini sangat mudah diikuti, mulai dari awal ketika tim ini bergabung diceritakan secara deskriptif dan jelas. Sisi humor dan serius yang ditampilkan berselang-seling tak membosankan dan mampu menutup sisi tak masuk akal dari kisah yang dibawakan.

Pada bagian akhir, penonton baru disuguhkan petunjuk tentang sekumpulan penjahat yang didudukkan sebagai tokoh protagonis dalam film ini. Mereka akhirnya menyadari bahwa tugas yang diberikan hanyalah sebuah misi bunuh diri. Misi menyelesaikan tugas ternyata hanya alibi untuk memusnahkan mereka sendiri. Mereka diadu dengan berbagai trik untuk saling membunuh rekan sesama anggota tim sendiri. Dengan kata lain mereka ditugaskan dengan rancangan untuk gagal.

Bagian ini ditunjukkan dengan aksi pertempuran di mana salah satu senjata yang diberikan justru memberikan ancaman yang serius bagi kehidupan di bumi.

Film Suicide Squad yang dirilis pada 5 Agustus 2016 ini menawarkan sinematografi dengan nuansa gelap sepanjang film, laiknya Man of Steel dan Batman vs Superman. Disandingkan dengan efek animasi yang memukau, film ini bakal membawa imajinasi penonton ke alam superhero.

Film yang disutradarai oleh David Ayer ini berhasil menduduki Box Office Amerika selama tiga pekan berturut-turut. Pendapatannya dicatat mencapai angka 731 juta dollar hingga akhir September 2016. Dengan pencapaian ini, Suicide Squad berhasil masuk ke dalam daftar ’50 Film dengan Pemasukan Terbesar di Amerika Serikat Sepanjang Masa’.

Terlepas dari kritikan terhadap film serta pencapaian dalam hal pendapatan dan rangking pemasukan, pesan moral dalam film Suicide Squad bisa terbaca. Melalui film ini, penonton diajak memberikan penilaian dari sisi lain terhadap sosok penjahat dan pahlawan. Pada dasarnya manusia memiliki sifat buruk dan sifat baik yang dapat keluar dari dalam dirinya tergantung kondisi yang dihadapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here