Kisah Perjalanan Mencari Jati Diri dalam Finding Dory

0
12
film Finding Dory

BanjarbaruWeb.com – Masih ingat dengan Finding Nemo? Film kartun produksi Pixar Animation Studios yang menampilkan petualangan seekor ikan kecil bernama Nemo yang booming pada tahun 2003 ini ternyata memiliki kelanjutan kisah. Film Finding Dory yang rilis 13 tahun kemudian ini sedianya akan diberi judul Finding Nemo 2. Tetapi akhirnya judul Finding Dory lah yang dipilih oleh sang sutradara.

Sutradara film ini masih sama dengan seri pendahulunya yaitu Andrew Stanton dan Angus Mac Lane. Dory, sebagai karakter utama akan didampingi oleh Nemo dan Marlin. Ditambah dengan karakter-karakter baru yaitu Jenny dan Charlie (orang tua Dory), Bailey (paus putih), Hank (gurita), dan Destiny (hiu paus).

Pergantian pengisi suara dilakukan dalam film Finding Dory yang dirilis 17 Juni 2016. Nemo yang semula diisi suara oleh Alexander Gould diganti dengan Hayden Rolence, karena Gould sudah tumbuh dewasa.

Film ini bercerita tentang kehidupan Dory (Ellen De Generes) yang mempunyai kebiasaan buruk yaitu pelupa. Setelah menyertai perjalanan Nemo, Dory yang sudah tinggal di terumbu karang bersama Nemo dan Marlin memutuskan untuk berpetualang mencari keluarganya 6 bulan kemudian. Dory teringat kenangan masa kecilnya, tentang orang tuanya yang tinggal di Jewel of Morro Bay, California.

Kemudian Dory yang sering hilang ingatan dan Nemo melakukan perjalanan menuju California, tempat lahir Dory sebelum terpisah dari orang tuanya, ditemani oleh Marlin (Albert Brooks), ayah Nemo.

Melalui film berdurasi 97 menit ini, Andrew Stanton berjanji menghadirkan nostalgia sekaligus menambahkan hal-hal baru dalam kehidupan dunia ikan yang menjadi latar cerita. Berbagai makhluk laut yang lucu akan ditemui Dory dan kawan-kawan selama perjalanan.

Lewat petualangan yang panjang, akhirnya Dory berhasil menemukan rumah lamanya. Namun orang tua yang dicarinya ternyata sudah tak lagi berada di sana. Lagi-lagi ingatannya muncul, tentag bagaimana ia terpisah dengan mereka. Petualangan pun terus berlanjut hingga akhirnya Dory dan orang tua serta teman-temannya bisa berkumpul di terumbu karang.

Film animasi bergenre komedi, petualangan, dan keluarga ini sesuai untuk ditonton oleh semua umur. Pesan cinta keluarga dan persahabatan sangat kental disajikan dalam film Finding Dory ini. Melalui Dory yang kehilangan memori otak dan tingkah-tingkah konyolnya, penonton disuguhkan dengan perjuangan mencari identitas diri meski harus menghadapi banyak rintangan.

Stanton yang juga berperan sebagai penulis cerita mengakui cukup kesulitan mengangkat Dory menjadi tokoh utama dalam film ini. Kesuksesan karakter Dory menjadi pendamping Nemo dalam Finding Nemo membuatnya harus sekreatif mungkin menampilkannya ke permukaan tanpa kesan janggal.

Melihat film animasi ini, penonton akan dimanjakan dengan tampilan detail kehidupan laut yang warna-warni dan dilukiskan dengan sangat detail. Ekspresi karakter-karakter dalam animasi ini terlihat hidup, seakan nyata. Begitu pula dengan tampilan jalanan kota yang digambarkan dengan apik.

Di Indonesia, film Finding Dory telah dialihbahasakan dengan pengisi suara Raffi Ahmad (sebagai Bailey) dan Syahrini sebagai Destiny. Dari segi pendapatan seperti disiarkan oleh Box Office Mojo, film ini berhasil meraih 136,2 juta dollar dari penayangan di bioskop Amerika Utara. Sementara di level dunia, pendapatannya mencapai 186,2 juta dollar setelah tayang di beberapa negara. Angka ini membuat film Finding Dory menduduki peringkat tertinggi animasi buatan Pixar, menggeser Toy Story 3 (2010) yang meraih angka penjualan 110 juta dollar.

Nah, sudahkah Anda nonton film Finding Dory juga? Setelah tahu ulasannya maka jangan berlama-lama, segera nikmati filmnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here