Nostalgia yang Elegan dalam Film AADC 2

0
12
film AADC 2

BanjarbaruWeb.com – Kehadiran mantan kekasih yang menggoyahkan rencana masa depan, demikian premis yang diusung oleh Miles Film, dalam penggarapan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC 2), seperti dinyatakan Muvila.com (16/05/2016) dalam reviewnya.

Seperti diketahui, film ini merupakan kelanjutan dari AADC 1 yang sukses meraih lebih dari dua juta penonton, 14 tahun silam.

Kesuksesan prekuel film di pada masanya tak hanya digambarkan dari angka penjualan tiket dan sederet penghargaan dalam dunia perfilman. Film ini juga dianggap sebagai tonggak bangkitnya perfilman nasional. Film ini pun turut memberi warna baru dalam budaya remaja ketika itu. Antaranya dibuktikan dengan naiknya pamor puisi di kalangan generasi muda lantaran pengaruh Rangga (Nicholas Saputra) dalam film ini.

Kisah yang tak selesai antara Rangga dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) berusaha dihidupkan kembali dalam film AADC 2 ini. Film garapan Riri Riza ini membawa kembali nostalgia penikmat film dalam cerita berdurasi 125 menit ini.

Masih dengan kisah mengenai Geng Cinta yaitu Karmen (Adinia Wirasti) yang tomboi, Milly (Sissy Priscilla) yang polos, Maura (Titi Kamal) yang centil dan suka bersolek, dan Alya (Ladya Cheryll) yang rapuh -dalam sekuel ini minus Alya karena pemainnya tak jadi bergabung- film ini juga mengakomodasi permasalahan hidup sesuai dengan usia dan masanya. Tak lagi membawakan permasalahan remaja seperti popularitas di sekolah, konflik dengan teman atau pacar, maupun kekompakan dalam persahabatan.

Cerita ini dimulai dari reuni Geng Cinta di Yogyakarta, ditambah Mamet (Dennis Adhyswara) di galeri Cinta, tanpa membawa pasangan masing-masing. Namun, di luar rencana Rangga yang telah lama menetap di New York bertemu dengan Cinta di kota ini.

Bagian yang paling ingin diketahui penonton pastinya adalah kelanjutan kisah Cinta dan Rangga yang menggantung 14 tahun lamanya. Di bagian ini lah kenyataan membuktikan bahwa tak selalunya nostalgia itu indah. Cinta yang sudah bertunangan sempat goyah lantaran hadirnya Rangga. Namun kedewasaan yang ditonjolkan di sini membuat mereka bisa mengatasinya.

Nostalgia yang Berkelas di Film AADC 2

Menyuguhkan nostalgia, tak berarti film AADC 2 ini menampilkan perubahan yang dipaksakan dalam diri tokoh-tokohnya. Keberhasilan ataupun tragedi yang mereka raih nampak alami, dan wajar terjadi dalam hidup orang kebanyakan.

Film ini tak banyak menyajikan adegan flashback, seperti asumsi pembuat film bahwa penonton film ini tentunya pernah menonton seri sebelumnya. Sepanjang durasi, penonton dibuat merasa simpati terhadap kisah hidup yang dituturkan masing-masing tokohnya.

Perubahan yang terjadi dalam diri setiap karakter juga tak meninggalkan ciri khas mereka. Rangga yang sinis, Cinta yang berusaha tampak kuat, Karmen yang protektif, Maura yang masih senang bersolek, dan Milly yang juga masih dengan sifat polosnya, diramu dalam karakteristik yang lebih dewasa dan tidak mendobrak nalar.

Meski dibayangi harapan untuk sukses layaknya film AADC yang pertama, film ini tidak memaksa menampilkan gimmick yang tidak perlu. Masih ada puisi, adegan musik, dan lagu-lagu soundtrack, tapi semuanya ditata begitu halus hingga tak menonjol seperti pada film pendahulunya. Dialognya pun tidak serta merta menjadi quote yang melekat di benak penonton. Tampilan visualnya pun begitu bersahaja dan tidak mentereng, sehingga penonton fokus mengikuti alur cerita.

Kesimpulannya, film AADC 2 ini tak lebih baik atau tidak lebih buruk dari AADC 1, sebab pendekatan dan kemasan yang disajikan benar-benar berbeda. Film ini mengangkat pembangunan karakter lama dari film sebelumnya, sehingga penonton harus menyaksikan dulu prekuelnya. Yang pasti, film rilisan tanggal 28 April 2016 ini membawa nuansa nostalgia yang tidak mengecewakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here