Horor, Aksi, dan Drama Menyatu dalam Film Train to Busan

0
12
film Train to Busan

BanjarbaruWeb.com – Film Train to Busan merupakan film bergenre action, suspense-thriller yang dibumbui dengan unsur drama. Film arahan Yeon Sang-Ho ini bercerita tentang Seok Woo, seorang pengusaha yang sedang dililit kesulitan oleh perusahaan tempatnya berinvestasi. Walau demikian Seok Woo tetap memenuhi keinginan putrinya Soo-an untuk menemui sang ibu yang merupakan mantan istrinya di Busan.

Ketika akan bertolak dari Seoul ke Busan dengan kereta listrik KTX inilah, Seok Woo yang diperankan oleh Gong Yoo dan putrinya baru menyadari bahwa mereka sedang terancam wabah virus berbahaya. Akibat kebocoran di sebuah pabrik biokimia, banyak penduduk yang terkontaminasi dan bermutasi menjadi zombie.

Keganasan zombie mengejar kereta api dan membunuh penumpang-penumpang di dalamnya menjadi tontonan menegangkan sepanjang film Train to Busan yang berdurasi 118 menit ini. Mula-mula segerombolan zombie menyerang masinis hingga mati. Sehingga penumpang harus berjuang menjalankan kereta api sambil melawan serangan zombie agar selamat sampai ke Busan.

Plot film ini sengaja diarahkan terpusat pada usaha Seok Woo melindungi putrinya dari kebrutalan zombie. Adegan-adegan drama yang menguras air mata dipaparkan begitu detail saat beberapa penumpang terlibat konflik di antara sesama, hingga serangan zombie yang menewaskan mereka satu per satu.

Ketegangan demi ketegangan mereda setelah pertempuran habis-habisan yang mengerikan. Lagi-lagi penonton dibuat histeris karena plot twist-nya yang benar-benar tak terduga. Jika di awal Anda memprediksi siapa saja tokoh yang selamat, kemungkinan benarnya sangat kecil.

Soal pesan moral, film ini memaparkan dengan jelas bagaimana sifat egois dapat mencelakakan orang lain, bahkan diri sendiri. Pilihan untuk menolong diri sendiri atau mendahulukan orang lain selalu dialami oleh manusia, hanya caranya yang kadang tak sesuai dengan situasi. Dalam beberapa potong adegan, Anda juga pasti dibuat kesal dengan ulah karakter yang berkhianat dan mengorbankan orang lain demi dirinya. Di samping itu, pesan kasih sayang ayah terhadap anak juga disampaikan secara mengharukan lewat aksi-aksi Seok Woo.

Sementara di bagian ending, sepertinya pembuat film sudah bersiap meluncurkan sekuel ditilik dari ending yang menggantung. Beberapa lubang yang ditinggalkan masih membuat penonton bertanya-tanya tentang kesudahan kisah ini. Apakah virus zombie tak akan merebak sampai ke Busan? Apakah penumpang yang selamat bisa diterima di sana tanpa dicurigai sebagai zombie? Serta bagaimana cara memberantas zombie atau mencegah manusia menjadi zombie setelah terkena gigitan? Juga penjelasan gamblang mengenai penyebab virus ini, masih kurang memuaskan.

Film Train to Busan pertama kali diputar dalam pagelaran internasional Festival Film Cannes 2016 yang lalu. Film yang naskahnya ditulis oleh sang sutradara bersama Park Joo-Suk ini berhasil meraih penghargaan dalam The 20th Fantasia International Film Festival pada 4 Agustus 2016.

Film ini berhasil menyedot sekurangnya 10 juta penonton di Korea Selatan, dan menembus Box Office Korea hanya dua pekan setelah dirilis pada tanggal 20 Juli 2016. Ini tak lepas dari peran aktor populer Korea Selatan, Gong Yoo yang bermain apik dalam film ini.

Penghargaan lain yang berhasil disabet oleh film Train to Busan ini yaitu The Audience Award for Best Asian Fitur dan The Cheval Noir Award for Best Fitur dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan di Montreal, Canada tersebut.

Di Indonesia sendiri, film Train to Busan ini mulai ditayangkan di jaringan bioskop CGV Blitz dan Cinemaxx pada 31 Agustus 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here