Home Berita Internasional Format Baru, Vietnam Sukses Jadi Juara di Piala AFF 2018

Format Baru, Vietnam Sukses Jadi Juara di Piala AFF 2018

0
25
Vietnam Juara Piala AFF 2018
Vietnam Juara AFF Cup 2018 (Sumber : www.affsuzukicup.com)

BanjarbaruWeb.com – Turnamen sepakbola tingkat Asia Tenggara, Piala AFF 2018 telah usai digelar. Dalam event dua tahunan edisi terakhir itu, Vietnam sukses keluar sebagai juara. The Golden Dragons berhasil meraih juara Piala AFF untuk kali kedua setelah mengalahkan Malaysia di babak final. Pertandingan penentu dilangsungkan di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam pada 15 Desember 2018.

Raihan juara Piala AFF 2018 berhasil direnggut Vietnam setelah dalam leg kedua babak final menang tipis 1-0 atas Malaysia. Adalah Nguyen Anh Duc yang mencetak gol semata wayang pada menit keenam. Gol Anh Duc ini sebetulnya mendapat protes keras dari para pemain Harimau Malaya karena tendangan voli kaki kiri Anh Duc dari umpan Nguyen Quang Hai itu dianggap offside.

Malaysia yang ngotot tak mau kalah tetap tak bisa berbuat banyak. Apalagi di menit ke-90, Shahrul Saad diusir setelah mendapat kartu kuning kedua. Vietnam menutup final dengan agregat 3-2 dan membawa pulang gelar Piala AFF setelah terakhir kali diperoleh tahun 2008 silam. Sebelumnya pada leg pertama, Vietnam dan Malaysia bermain imbang 2-2 di stadion Nasional Bukit Jalil Malaysia pada 11 Desember 2018.

Vietnam Juara Piala AFF 2018
Vietnam Juara Piala AFF 2018 (Sumber : www.affsuzukicup.com)

Atas kemenangan di final Piala AFF 2018 ini, Vietnam langsung masuk jadi peserta turnamen sepakbola Asia Tenggara-Asia Timur. Sementara Malaysia akan berhadapan dengan Korea Selatan dalam turnamen dua kawasan Asia ini pada tahun 2019. Raihan Malaysia di Piala AFF tahun 2018 jelas cukup membanggakan karena pada babak semifinal, mereka berhasil menyingkirkan sang juara bertahan Piala AFF 2016, Thailand.

Piala AFF Tahun 2018 Pakai Format Baru

Bicara soal Piala AFF 2018, turnamen pada edisi tahun lalu ini memang cukup spesial. Karena Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF), melakukan perubahan format kompetisi. Hal ini dilakukan lantaran dalam gelaran Piala AFF sebelumnya yang berkonsep tuan rumah, selalu sepi penonton. Dimulai pada Piala AFF tahun 2018, untuk pertama kalinya babak penyisihan grup putaran final digelar di negara masing-masing.

Sementara itu dalam babak semifinal dan final, menggunakan konsep kandang-tandang. Perubahan format ini meningkatkan animo penonton karena dari 26 pertandingan yang digelar, masing-masing dihadiri hampir 30 ribu orang. Untuk peserta Piala AFF 2018 sendiri, adalah sembilan negara anggota AFF yang langsung lolos. Peserta ke-10 merupakan Timor Leste yang menjadi juara babak kualifikasi.

Sejak tahun 2004, Timor Leste dan Australia memang mulai ikut ambil bagian dalam gelaran Piala AFF. Australia sendiri diundang secara resmi oleh Federasi Sepakbola Asia (AFC) tahun 2006. Dan mulai tahun 2013, Australia secara penuh bergabung dalam keanggotaan AFF. Yang unik, sebelum dikenal dengan nama Piala AFF, turnamen sepakbola tingkat Asia Tenggara ini bernama Piala Tiger.

Nama Piala Tiger sendiri diperoleh karena saat itu, perusahaan bir asal Singapura yakni Tiger Beer jadi sponsor utama sejak pertama kali digelar tahun 1996. Sepuluh tahun berlalu, Piala Tiger pun berubah menjadi Kejuaraan Sepakbola ASEAN. Hingga akhirnya secara resmi pada 2008, perusahaan otomotif asal Jepang yakni Suzuki terpilih menjadi sponsor utama. Sejak itulah kompetisi ini bernama Piala Suzuki AFF.

Buruknya Prestasi Timnas Senior Indonesia di Tingkat Asia Tenggara

Hingga saat ini, Piala AFF sudah digelar sebanyak 12 kali. Negara yang paling sukses adalah Thailand karena berhasil jadi juara lima kali. Sementara Indonesia belum pernah sekalipun jadi juara. Indonesia cuma mampu lima kali jadi runner-up yakni tahun 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2016.

Indonesia di Piala AFF 2018
Indonesia di Piala AFF 2018 (www.affsuzukicup.com)

Bahkan prestasi Indonesia di Piala AFF 2018 jauh lebih buruk daripada sebelumnya. Anak asuh Bima Sakti tidak mampu lolos dari fase Grup B. Kekalahan pertama dirasakan Indonesia saat melawan Singapura dengan skor 0-1. Timnas sempat menghabisi Timor Leste dengan skor 3-1. Lalu kalah lagi dari Thailand dengan skor 2-4 dan terakhir bermain imbang 0-0 lawan Filipina.

Kekalahan Indonesia ini pun membuat kontrak Bima Sakti yang menggantikan Luis Milla sejak Oktober 2018 langsung dihentikan oleh PSSI. Bima hanya menjadi kepala pelatih timnas selama dua bulan saja. Meskipun memang belum berbicara banyak di Piala AFF 2018, harapan atas skuad muda Indonesia tetap muncul di gelaran Piala AFF 2020 nanti.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here