Gempa Lombok 2018, Enam Goncangan Dahsyat di Pulau Surga

0
17

BanjarbaruWeb.com – Ada banyak sekali musibah gempa bumi di Indonesia, meskipun jika boleh memilih maka kejadian gempa Lombok 2018 terbilang cukup memorable. Dibandingkan gempa-gempa lain, musibah yang terjadi pada 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA ini cukup langka karena melibatkan pola seismitas yang naik turun. Sejak pertama kali terjadi, setidaknya ada enam kali gempa bumi dengan kekuatan di atas 5,5 magnitudo yang mengguncang pulau surga tersebut.

Yap, tak berlebihan memang jika pulau yang masuk provinsi Nusa Tenggara Barat ini dijuluki sebagai pulau surga. Ada banyak destinasi wisata alam terindah di Indonesia bertempat di Lombok seperti Gili Trawangan, Sembalun, pantai Senggigi dan tentunya gunung Rinjani. Sayang, gempa yang mencapai puncaknya pada 5 Agustus 2018 pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7,0 magnitudo itu mengacaukan pariwisata Lombok, terutama gunung Rinjani.

Karena ketika gempa itu pertama kali terjadi, setidaknya ada ratusan pendaki di Rinjani dengan 333 di antaranya ada di kawasan kaldera. Jika bicara mengenai kronologi gempa Lombok, semuanya memang dimulai pada 29 Juli 2018. Dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust) di kawasan utara Lombok, gempa pertama berkekuatan 6,4 magnitudo ini berpusat di dekat Rinjani, sekitar 47 kilometer timur laut kota Mataram pada kedalaman 24 km.

Setelah gempa pertama, ada lebih dari 585 kejadian gempa yang tercatat BMKG dengan puncaknya pada gempa kedua tanggal 5 Agustus 2018. Gempa kedua ini punya kedalaman hiposenter 34 km dan berpusat di tempat yang sama yakni dekat Rinjani, bagian utara Lombok. Empat hari setelah gempa kedua, muncul video gempa Lombok karena Lombok diguncang gempa lagi yang berkekuatan 5,9 magnitudo pada 9 Agustus 2018 pukul 12.25 WIB.

Untuk gempa ketiga ini, pusatnya lebih ke barat jika dibandingkan gempa pertama dan kedua. Lalu 10 hari kemudian tepatnya pada 19 Agustus 2018, dua kali gempa besar kembali muncul yakni pada pukul 11.10 WIB dengan kekuatan 6,3 magnitudo dan pada pukul 21.56 WIB dengan kekuatan 7,0 magnitudo. Kedua gempa ini terjadi pada hiposenter 7,9 km dan 25 km. Gempa terakhir terjadi pada 25 Agustus 2018 dengan kekuatan 5,5 magnitudo di timur Lombok.

Dampak Gempa Lombok Tahun 2018

Setidaknya ada enam kali goncangan besar dalam rangkaian gempa Lombok 2018. Yang menarik, gempa kedua yang cukup besar itu memicu tsunami dengan ketinggian ‘hanya’ 10-13 cm. Karena rangkaian gempa ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setidaknya mencatat kerusakan pada 71.962 unit rumah, 671 fasilitas pendidikan, 52 fasilitas kesehatan dan 128 fasilitas peribadahan serta sarana infrastruktur.

Untuk korban gempa Lombok, Kompas melansir ada 555 orang meninggal duna, 7.733 korban luka-luka dan sekitar 417.529 jiwa mengungsi. Dengan angka sebesar itu, tak heran kalau akhirnya kerugian gempa Lombok mencapai Rp 10 triliun. Sementara itu dilaporkan bahwa wilayah kabupaten Lombok Timur jadi area terparah karena gempa bumi dangkal akibat patahan Flores ini.

Sejarah Gempa Yang Terjadi di Lombok

BMKG menyimpulkan bahwa rangkaian gempa Lombok pada tahun lalu itu mengalami puncaknya pada 19 Agustus 2018. Penyebab gempa Lombok sendiri karena memang ada deformasi batuan dengan mekanisme gerakan naik. Meskipun merupakan gempa bumi terbesar dalam sejarah Lombok, musibah gempa sebelumnya sudah pernah terjadi. Setidaknya dalam kurun waktu 40 tahun, ada dua kali gempa besar terjadi.

Yang pertama adalah Lombok diguncang gempa pada 30 Mei 1979 sebesar 6,1 SR. Jauh berselang, Lombok kembali mengalami gempa bumi pada 22 Juni 2013. Saat itu gempa memiliki kekuatan 6,2 SR di kedalaman 33 km. Barulah lima tahun kemudian, enam rangkaian gempa bumi mengguncang Lombok tahun 2018. Musibah gempa di Lombok ini sebetulnya bukan sesuatu yang aneh karena menurut PVMBG, Lombok termasuk area rawan gempa.

Sekedar informasi, wilayah Lombok ternyata tersusun oleh endapan kuarter yang memang didominasi batuan rombakan gunung api muda yang lapuk. Pelapukan batuan rombakan gunung api muda ini memiliki sifat urai, lepas, belum kompak dan mudah berguncang sehingga rawan terhadap gesekan yang memicu gempa Lombok 2018 silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here