Gerhana Bulan 2018 di Indonesia, Fenomena Alam Istimewa di Langit Nusantara

0
69

BanjarbaruWeb.com – Dari banyaknya fenomena alam yang bisa diamati di langit Nusantara, bisa dibilang kalau gerhana bulan 2018 di Indonesia termasuk yang paling banyak menyedot perhatian. Bukan tanpa alasan, karena memang kejadian gerhana bulan terbilang sangat langka sehingga banyak orang berlomba-lomba ingin jadi saksi mata. Beruntung, masyarakat Indonesia bisa dua kali menyaksikan gerhana bulan.

Sekedar informasi, gerhana bulan sendiri merupakan peristiwa di mana sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Fenomena ini terjadi ketika bulan, bumi dan matahari ada pada satu garis lurus sehingga sinar matahari tak mencapai bulan. Sepanjang tahun lalu, gerhana bulan yang bisa disaksikan masyarakat Indonesia adalah gerhana bulan total.

Untuk jadwal gerhana bulan 2018 di Indonesia yang pertama terjadi pada 31 Januari. Saat itu bulan berada di titik terdekat dengan bumi (Perigee) sehingga tampak lebih besar. Yang istimewa, gerhana bulan total ini terjadi di fase bulan purnama kedua sehingga dijuluki Super Blue Blood Moon (bulan biru). Penduduk Indonesia beruntung bisa menyaksikan gerhana total dari awal hingga akhir yang berlangsung selama 76 menit dari pukul 19.52 WIB – 21.08 WIB.

Enam bulan kemudian, gerhana bulan total kembali bisa diamati di Indonesia. Tepatnya pada 28 Juli 2018, saat itu bulan berada di titik terjauh (Apogee) dari bumi sehingga membuat fenomena alam ini jadi gerhana bulan total terpanjang di abad ke-21. Tak main-main, gerhana bulan total ini berlangsung selama 103 menit yang dimulai pada pukul 00.14 WIB.

Masyarakat Indonesia bagian barat bisa menyaksikan gerhana secara utuh sementara penduduk di Indonesia timur bisa melihatnya saat bulan terbenam. Untuk warga Indonesia tengah, melihatnya setelah fase total gerhana. Yang menarik dari fenomena gerhana bulan 2018 kedua ini bebarengan dengan oposisi perihelik Mars. Peristiwa ini membuat planet Mars bisa tampak lebih jelas dan besar, kejadian yang terakhir kali terjadi pada 2003 silam.

Meskipun Indonesia bisa melihat gerhana bulan total sebanyak dua kali pada 2018, sebetulnya pada tahun lalu ada lima kali gerhana. Tiga gerhana lain merupakan gerhana matahari parsial yang seluruhnya tak bisa dilihat dari langit Indonesia. Di mana gerhana matahari parsial terjadi pad 15 Februari 2018, 13 Juli 2018 dan 11 Agustus 2018.

Mitos-Mitos Gerhana Bulan

Kendati dunia sudah semakin modern, rupanya kejadian gerhana bulan 2018 di Indonesia masih dikaitkan dengan berbagai mitos di masyarakat. Yang pertama adalah gerhana bulan memberikan efek buruk ke kandungan sehingga orang-orang dulu menganjurkan ibu-ibu hamil tinggal di dalam rumah sampai gerhana berakhir. Padahal gerhana bulan sama sekali tak memiliki dampak ke janin, apalagi membuat bayi terlahir cacat fisik atau mental.

Mitos berikutnya adalah gerhana membuat munculnya wabah penyakit karena masyarakat kuno Indonesia menilai gerhana adalah pertanda buruk. Lagi-lagi mitos ini tidak ada pengaruhnya. Mitos terakhir adalah gerhana bulan bikin mata rusak jika dilihat langsung. Mitos ini keliru, karena yang justru berbahaya adalah gerhana matahari lantaran adanya cahaya korona dan semburan gas permukaan matahari yang bisa bikin mata rusak.

Gerhana Bulan Kembali Muncul Tahun 2019

Termasuk yang ketinggalan jadwal gerhana bulan 2018 di Indonesia? Tenang saja. Karena fenomena alam ini akan kembali lagi pada 2019. Setidaknya ada lima gerhana yang akan terjadi yakni tiga gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Yang pertama adalah gerhana matahari parsial pada 6 Januari. Berikutnya ada gerhana bulan total pada 21 Januari yang dijuluki sebagai Gerhana Bulan Darah (Super Blood Moon) karena warna bulan memerah selama 61 menit.

Gerhana ketiga pada 2 Juli 2019 merupakan gerhana matahari total dan sangat dinantikan para astronom lantaran jadi perayaan 100 tahun uji coba teori relativitas Einstein. Selanjutnya ada gerhana bulan sebagian pada 17 Juli 2019 dan terakhir adalah gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019. Jika tiga gerhana pertama tak bisa dilihat di Indonesia, dua gerhana terakhir bisa dilihat di seluruh wilayah Tanah Air seperti gerhana bulan 2018 di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here