Home Berita Nasional Pilkada Serentak 2018, Saat 171 Daerah di Indonesia Pilih Pemimpin Baru

Pilkada Serentak 2018, Saat 171 Daerah di Indonesia Pilih Pemimpin Baru

0
31

BanjarbaruWeb.com – Satu tahun sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Indonesia sudah menggelar Pilkada serentak 2018. Gelaran ini merupakan agenda politik nasional yang memilih kepala daerah di 171 tempat berbeda, di seluruh pelosok Indonesia. Setidaknya masyarakat di 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota yang sudah memiliki hak pilih, wajib menentukan kepala daerah secara langsung pada 27 Juni 2018 pukul 08.00 waktu setempat.

Sebelum hari pencoblosan, tahapan Pilkada 2018 sudah dimulai sejak bulan September 2017 yang sudah masuk tahapan persiapan. Beberapa alur Pemilihan Umum (Pemilu) pun diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara nasional. Jadwal-jadwal pentingnya adalah proses pemutakhiran data dan daftar pemilih pada 30 Desember 2017, lalu pendaftaran pasangan calon mulai 1 Januari 2018.

Kemudian untuk masa kampanye bakal dimulai pada 15 Februari 2018 dan masa tenang sekaligus pembersihan alat peraga ditetapkan sejak 24 Juni 2018. Tepat di hari Pilkada 2018 tanggal berapa, KPU langsung melakukan proses rekapitulasi perhitungan suara yakni pada 27 Juni 2018 hingga 9 Juli 2018.

Dalam Pilkada tahun 2018 kemarin, 17 provinsi yang memilih Gubernur dan Wakil Gubernur baru adalah Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Kemudian 39 kota yang memilih Walikota dan Wakil Walikota Baru ialah Serang, Tangerang, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Bekasi, Cirebon, Sukabumi, Bandung, Banjar, Bogor, Tegal, Malang, Mojokerto, Probolinggo, Kediri, Madiun, Pontianak, Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tual, Subulussalam, Bima, Palopo, Parepare, Makassar, Bau-Bau, Kotamobagu, Sawahlunto, Padang Panjang, Pariaman, Lubuklinggau, Pagar Alam, Prabumulih, Palembang dan Padang Sidempuan.

Terakhir, ada 117 daerah yang memperoleh Bupati dan Wakil Bupati baru dengan rincian 21 kabupaten di pulau Sumatera, 31 kabupaten di pulau Jawa, dua kabupaten di pulau Bali, 12 kabupaten di pulau Nusa Tenggara, 21 kabupaten di pulau Kalimantan, 21 kabupaten di pulau Sulawesi-Maluku dan tujuh kabupaten di pulau Papua. Dengan memahami dasar Pilkada adalah yaitu Pemilihan Kepala Daerah, rakyat Indonesa memilih langsung pemimpin mereka.

Pilkada 2018 Jadi Barometer Pilpres 2019?

Bisa dibilang kalau momen Pilkada serentak 2018 merupakan pemanasan sebelum Pilpres 2019 sekaligus melihat peta politik partai-partai yang akan bertarung di Pileg 2019. Apalagi ada tiga provinsi di pulau Jawa yang keseluruhan totalnya merupakan lumbung suara nasional dengan nilai mencapai 48%. Ketiga provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sama-sama memilih Gubernur dan Wakil Gubernur baru.

Namun menurut Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI yakni Firman Noor, kemenangan pasangan yang diusung parpol di tiga daerah lumbung suara nasional itu bukanlah barometer parpol itu menang mudah di Pilpres/Pileg 2019. Untuk hasil Pilkada 2018, Nasdem bisa dibilang paling sukses karena kandidat yang mereka usung menang di 10 provinsi. Berturut-turut setelah Nasdem ada PAN, Hanura, PKS, Golkar, PDI-P, PKB, Demokrat, Gerindra dan PPP.

Fakta-Fakta Menakjubkan Pilkada Serentak Tahun 2018

Terselenggara lancar dan aman, Pilkada tahun 2018 rupanya meninggalkan beberapa fakta menakjubkan. Yang pertama, Pilkada 2018 ternyata diikuti total 520 pasangan calon (paslon) di 171 daerah seluruh Indonesia. Dengan total 17 provinsi, tak heran kalau anggaran Pilkada 2018 sangat fantastis yakni menyentuh Rp 15,95 triliun. Satu fakta menarik, kendati ada ratusan paslon rupanya 15 daerah menggelar Pilkada yang hanya diikuti oleh calon tunggal.

Pasangan calon tunggal itu berasal dari derah Deli Serdang, Bone, Padang Lawas Utara, Minahasa Tenggara, Puncak, kota Prabumulih, Mamasa, Tapin, Pasuruan, Lebak, Tangerang, kota Tangerang, Enrekang, Jayawijaya dan Mamberamo Tengah.

Sementara itu yang mengejutkan, ada dua tersangka korupsi yang sudah ditangkap KPK justru menang Pilkada 2018. Mereka adalah Ahmad Hidayat Mus (Gubernur Maluku Utara) dan Syahri Mulyo (Bupati Tulungagung). Kendati hasil-hasil dalam Pilkada serentak 2018 masih ada yang mengecewakan termasuk tingginya angka Golput, Indonesia haruslah tetap optimis dalam menyambut pemilihan akbar tahun 2019 demi menentukan Presiden dan Wakil Presiden baru.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here