Film Deadpool: Kisah Superhero yang Bukan Pahlawan

0
28
Deadpool
time.com

BanjarbaruWeb.com – Film Deadpool secara garis besar menceritakan tentang Wade Wilson, yang diperankan oleh Ryan Reynolds. Tidak seperti film pahlawan super yang lainnya, film produksi Marvel ini mengusung kisah seorang pahlawan super yang tanpa sifat-sifat mulia yang biasanya dimiliki.

Deadpool
time.com

Kostum yang dipakai oleh Deadpool memang melambangkan dirinya seorang pahlawan, seperti halnya Spiderman. Bedanya di sini, sang pahlawan justru tak memiliki sejumlah rencana menyelamatkan dunia, layaknya pahlawan Marvel yang lain.

Wade memperoleh kekuatan super pada dirinya setelah melalui penyiksaan, yang memaksanya menjadi mutant atau mati. Penyiksaan yang dilakukan oleh Ajax benar-benar menyelamatkan Wade dari penyakit kanker paru-parunya. Akan tetapi, wajahnya mengalami kerusakan yang cukup mengerikan.

Akibat kerusakan di wajahnya, Wade terus memburu Ajax untuk mengembalikan kondisi wajahnya seperti semula, bahkan kemungkinan ia juga akan membunuhnya.

Deadpool, Bukan Film Superhero untuk Anak-Anak

Deadpool
NME.com

Sifat innocent, baik hati yang sangat berlebihan, dan ringan menolong orang lain, biasanya melekat dalam diri seorang superhero. Tokoh-tokoh seperti Superman dan Spiderman, misalnya. Mereka sangat layak dijadikan contoh bagi anak-anak, agar memiliki sifat suka menolong dan rela berkorban.

Tetapi, Deadpool tidaklah demikian. Sifatnya yang seenaknya sendiri, kosa kata yang dilontarkannya begitu sekenenya, dan gerak-geriknya yang nyeleneh membuat para orang tua mestinya berpikir dua atau tiga kali sebelum mengajak anak mereka menontonnya.

Tokoh ini pasti mengingatkan Anda pada Jim Carrey ketika memerankan The Mask, sosok usil yang suka mengerjai lawan mainnya dalam film ini. Ditambah lagi ungkapan-ungkapan kasar dan cabul yang dilontarkan Deadpool sepanjang film. Meski sebagian pengamat mengatakan ungkapannya cerdas dan kritis.

Diungkap oleh BBC (16/02/2016) dalam review mereka, film Deadpool ini juga menunjukkan romansa yang dibumbui perilaku seks sadomasokis antara Wade dengan Vanessa (Morena Bacarin) yang sama-sama memiliki sifat temperamental dan menikmati penyiksaan.

Adegan penyiksaan keras yang diperagakan oleh Ajax (Ed Skrein) juga tidak pantas dilihat anak-anak. Adegan ini digambarkan secara detail, sehingga memberikan sentuhan horor di balik humor yang dibawakan di permukaan.

Film Deadpool yang disutradarai oleh Tim Miller ini juga menampilkan pembunuhan oleh Deadpool dengan sepasang pedang ninjanya, dengan cara memotong-motong musuhnya. Tindakan ini tidak dilakukannya dengan alasan untuk melawan kejahatan.

Singkatnya, film ini jauh dari aksi pahlawan super memberantas penjahat, melainkan aksi balas dendam sang tokoh utama, yang dibumbui aksi yang tidak mempedulikan ia benar atau salah. Secara keseluruhan, BBC memberi 3 dari 5 bintang untuk film ini.

Berkenalan dengan Wade dan Vanessa

Deadpool
gq.com

Tokoh Wade yang antisimpatik itu secara mengejutkan diperankan oleh Ryan Reynold, yang pernah menjadi pahlawan super Green Lantern. Lahir pada tanggal 23 Oktober 1976 di Vancouver, Kanada, pria ini memulai kariernya dalam serial ‘Hillside’ (1991-1993) dalam 65 episode.

Dua puluh tahun kemudian, Ryan membintangi ‘Croods’, ‘X-Men Origins: Wolverine’ dan film ‘Deadpool’. Suami dari aktris Blake Lively ini juga pernah tampil dalam film ‘Blade: Trinity’ sebagai Hannibal pada tahun 2004.

Dalam ‘Deadpool’ perannya sebagai Wade Wilson merupakan kelanjutan dari perannya sebagai tokoh yang sama di film ‘X-Men Origins: Wolverine’.

Sementara lawan mainnya, Morena Baccarin berhasil memerankan Vanessa dengan apik dalam film yang rilis pada 10 Februari 2016 ini. Aktris yang berasal dari Rio de Janeiro ini berpindah ke New York sejak remaja sehingga dirinya memiliki kesempatan menjalani pendidikan di Fiorello H. LaGuardia High School of Music & Art and Performing Arts, kemudian dilanjutkan di Juilliard dalam program teater.

Debut aktingnya dimulai dari film ‘Perfume’ (2001) diikuti ‘ ‘Way Off Broadway’ pada tahun yang sama. Tahun berikutnya ia membintangi serial TV ‘Firefly’. Aktris berusia 36 tahun ini kemudian semakin bersinar dengan ‘Stolen’ (2009), ‘Back in the Day’ (2014) hingga ‘Spy’ (2015), disusul film ‘Deadpool’ (2016) yang paling membuatnya menyerlah.

Kesimpulannya, film Deadpool ini cukup menghibur, tetapi tidak layak dijadikan contoh jika Anda sedang mencari sosok pahlawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here